KISAH SANTRI YANG TIDAK LULUS-LULUS


kisah ku.. sebelum sampai ke UAP 
ASALAMUALAIKUM 
bercerita sedikit tentang  liku liku menjadi santri di quranic school IBADURRAHMAN

Ditahun 2016 saya masuk ke LTQ IBADURAHMAN , Perjalanan tidak semudah itu untuk masuk LTQ Di tahun sebelumnya kakak saya ibu. Risdawati menawari saya agar masuk LTQ karena dia tau betul kalau saya tidak bisa mengaji, maksudnya belum bisa membaca alquran dengan benar sebagaimana bacaan rasululah SAW. Serta sahabatnya RA dengan cara mengeluarkan huruf dari makhrajnya , memenuhi sifatnya , memperhatikan hukum bacaan.  Saya bilang ke kaka saya , saya kerja di sip kadang minggu masuk , tidak tentu jadwalnya, 

Di tahun 2016 saya mendapat pekerjaan yang non shift, dan saya di tanya lagi kapan mau belajar tahsin, karena tidak punya alasan lagi saya pun akhirnya mendaftar ke LTQ , Mengikuti tes di LTQ IBADURAHMAN dulu alamtnya masih di perumahan tataka puri blok . J1 no.10 , waktu saya tes bertemu dengan ustadzah suryanah.

Akhirnya masuklah saya di tahsin 1 level.1  dengan pembimbing ustadzah sri maryati. Dan jadwal di hari sabtu dan jam 06.00  1 kelas 12 org lebih , ini tidak untuk di tiru  di umur saya yg sudah 24 tahun d tahun itu saya belum bisa mngatur  waktu dengan baik. Saya selalu datang telat bahkan jarang masuk dengan banyak alasan, seperti kesiangan , sampai-sampai kelas di bagi menjadi 2 yang datang kesiangan kelasnya di lainkan waktu itu dengan ustadzah harni, 1 semester berlalu tentu saya belum bisa apa-apa, semua bacaan tidak ada kemajuan, karena jarang hadir al hasil tidak naik kelas. (MOHON UNTUK TIDAK DI TIRU).

Semester berikutnya masih di tahsin 1 level. 1 sudah berganti teman tentunya, berjalan seperti biasanya, mungkin ada peningkatan tapi sedikit, akhirnya naik kelas. Ke tahsin 2. Level.1

Di  semester ini kembali futur  (MOHON UNTUK TIDAK DI TIRU). Bentrok dengan duniawi pergaulan yang membuat jarang masuk lagi,  dan akhirnya tinggal kelas lagi, sampai akhirnya bilang ke kakak ku apa aku cuti aja , tapi jawaban apa yang ku dapat, belum bisa koq mau cuti, yang ada kalo cuti nanti malas balik lagi, akhirnya tidak jadi cuti  dan akhirnya naik kelas lagi. Kelas tahsin 2. Level2.

Di semester kali ini saya bu bertemu ustadzah sumirah, kali ini memang bacaan saya belum ada kemajuan , karena jarangnya latihan di rumah (futur lagi) dan akhirnya tinggal kelas lagi (MOHON UNTUK TIDAK DI TIRU) , sejauh ini baru mikir , koq saya gak bisa-bisa ya, kalau saya cuti nanti malas balik lagi, kalo berhenti, saya punya bekal apa, siapa yang akan mengajari anak saya nanti mengaji, bukankah setiap langkah ke tempat belajar adalah pahala , melihat teman yang naik kelas tapi di tengah jalan berhenti, apa saya juga harus begitu.

Kakak saya bilang,saya pikir  mungkin ini hanya kata penyemangat , tidak usah berhenti terus aja. Insyaallah allah buka jalan, banyak orang yang bisa tapi belum tentu istiqomah, terus aja belajar, tidak usah malu untuk urusan akhirat.

Baiklah semester kali ini, saya bertemu ustadzah Tri orang nya kaca mataan saya lupa nama lengkapnya , hanya sebentar karena dia mau bed rest dan akhirnya ganti ustadzah sri maryati lagi, alhamdulilah mungkin allah memudahkan semuanya, sedikit demi sedikit mulai bisa  bahkan membuat semakin bersemangat ketika tes kali ini bertemu ustadzah Leli/tri amelia dia senang luar biasa melihat kemajuan ini, apa lagi saya senang sekali dan berterima kasih banyak untuk para ustadzah di ltq ibadurahman yang sabar dan memberi semangat penuh.

Memasuki tahun 2019 masuk buku 3 level 1 kelasnya di jam 08.00 s/d 10.00 di hari sabtu masih dengan ustadzah sri maryati, alhamdulilah bisa mengikuti praktek dan teori dengan baik, di jalani dengan semangat, melihat teman2 yg dulu sekelas sudah mau wisuda, insyaallah saya juga begitu ketika melihat mereka dengan bahagia, saya pertama kali satu kelas dengan mba wati dan mba inayah, mereka sudah wisuda ketika tidak naik kelas saya juga pernah 1 kelas dengan ustadzah sutinah,wiranti,aprilia sampai dengan kemarinj yang ikut Ujian ke ustmani sebelumnya saya juga pernah sekelas sama mereka ada mba vera, teh ipah. Rasanya untuk sampai ikut  Kelas takhosus dan sampai UJIAN AKHIR PROGRAM tidak terpikirkan karena keseringan futur Astagfirullah.


Alhamdulilah saya panjatkan syukur kepada allah atas rizki ilmu, rizki sahabat, rizki keluarga atas semua ini, semoga selalu istiqomah, semoga allah memudahkan amin yarobal alamin

Comments

Popular posts from this blog

Arti PIC

21 WEEK

teman hidupku